Ads Top

Belajar Tawakkal dari Seorang Bocah yang Ikut Aksi 2 Desember



Kemarin sore seperti biasa aku naik angkot menuju suatu tempat. Tidak berapa lama naik seorang bocah memakai baju gamis putih, celana putih dan sorban putih yang besar melilit di lehernya.
Dari ukuran badannya, aku mengira bocah itu duduk di kelas 3. Ia duduk di pinggiran pintu angko tepat di depanku.

Melihat tampilannya yang menarik, timbul rasa ingin tahuku.
Aku : Kamu darimana nak?
Bocah : Dari Monas bu
Aku : Hebat. Kamu ikut doa bersama ya. Sekarang mau kemana?
Bocah : Mau naik kereta di Klender Baru.
Aku : Memang mau kemana naik kereta?
Bocah : Mau ke Bekasi.
Aku : Ohhh... Rumahnya di Bekasi?
Bocah : Bukan. (Sembari mengeluarkan sebuah kertas dan memberikan kepadaku.
Aku : Hah! Cimahi? Kamu mau pulang ke Cimahi?
Bocah : Iya. (Katanya dengan tenang)
Aku : Kamu ke monas sama siapa? Kok sekarang pulang sendiri? Kamu tahu naik apa ke Cimahi? Kamu tertinggal rombongan ya? Jadi kamu sendirian? (Tanyaku dengan beruntun)
Bocah : Saya sendiri. (Jawabnya dengan tenang)
Aku : Sendiri?

Aku semakin kaget dan takjub dengan bocah di depanku. Ia begitu runut menceritakan kendaraan apa saja yang akan ia naiki menuju Cimahi.

Bocah itu begitu berani dan tenang. bahkan ketika aku tawari untuk diantar dan mampir sejenak, ia menolak.

Aku memberikan sedikit bekal perjalanannya dan ia menjawab, "Jazakumullah khairan katsiran"

Masya Allah... Begitu tawakal bocah itu pada keyakinannya untuk membela agama Allah.
Ia berani melakukannya sendiri dengan keyakinan bahwa Allah pun akan menolongnya
4 jempol untukmu...

Diambil dari lama facebook Erane Lovie, seorang guru SD.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.